Minggu, 01 Mei 2011

Siapakah yang Bisa Menjaminmu Bisa Hidup Sehingga Engkau Bisa Melaksanakan Shalat?

Hisyam bin Hassan berkata: "Umar bin Abdul Aziz berkata kepada orang-orang di sekelilingnya:

'Aku akan naik ke atas mimbar untuk membagikan harta-harta yang kita terima dari kaum Muslimin kepada orang-orang yang berhak, setelah itu aku akan shalat.'

Lalu anaknya, Abdul Malik berkata: 'Siapakah yang bisa menjaminmu bisa hidup sehingga engkau bisa melaksanakan shalat?'

Dia bertanya: 'Jadi, kapankah kita akan shalat?'

Anaknya menjawab: 'Sekarang juga.'

Kemudian dia keluar dan menyeru manusia untuk shalat berjamaah. Setelah shalat, dia membagikan harta tersebut kepada orang-orang yang berhak menerimanya."

Dalam kisah yang lain diceritakan:

Ibnu Abu Aliyah berkata: "Pada suatu hari Umar bin Abdul Aziz duduk menghadapi urusan rakyatnya. Ketika tengah hari, dia merasa letih dan jemu. Lalu, dia berkata kepada orang-orang:

'Menetaplah kalian di tempat masing-masing sehingga aku datang lagi untuk menghadap kalian.'

Kemudian dia masuk ke dalam rumahnya untuk beristirahat sebentar. Setelah itu anaknya yang bernama Abdul Malik datang. Lalu dia bertanya kepada orang-orang:

'Di manakah khalifah sekarang?'

Mereka menjawab: 'Dia telah masuk ke dalam rumahnya.'

Kemudian Abdul Malik meminta izin kepada para pengawal untuk menghadap. Lalu Umar mengizinkannya. Setelah masuk, Abdul Malik bertanya:

'Wahai Amirul Mukminin, apakah yang menyebabkan kamu masuk ke dalam rumahmu?'

Dia menjawab: 'Aku ingin istirahat sebentar.'

Abdul Malik berkata: 'Apakah kamu merasa aman bahwa maut tidak akan datang kepadamu sedangkan rakyatmu menunggu di pinti masuk kekuasaanmu, sementara engkau menutup diri dari mereka?'

Lalu Umar berdiri dan segera menghadapi semua permasalahan rakyatnya."

(Miata Qishash wa Qishah min Qishashis Shalihin wa Nawaidz Zahidin, Majdi Muhammad al-Syahawi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikan komentar di sini