Kamis, 05 Mei 2011

Hai Amru, kapan kalian memperbudak orang-orang sedangkan mereka telah dilahirkan oleh ibu-ibu mereka dalam keadaan merdeka?

Di suatu ketika seorang pemuda Mesir datang kepada Amirul Mu’minin Umar bin Khattab RA dan ia berkata, “Wahai Amirul Mu’minin, ini adalah orang yang berlindung kepadamu.” Kemudian Umar minta penjelasan kepadanya dan tahulah ia bahwa Muhammad bin Amru bin Ash telah memukulnya karena pemuda itu berlomba dengannya dan mendahuluinya. Maka Amirul Mu’minin pun mengirim utusan untuk memanggil Amru Ibnul Ash dan putranya Muhammad. Maka datanglah Amru ibnul Ash dengan memakai sarung dan selendang. Umar pun menoleh dan mencari putranya, Muhammad dan ternyata ia berada di belakang ayahnya.

Umar berkata, “Di mana orang Mesir itu?” Orang itu menjawab, “Ini, saya ada disini , wahai Amirul Mu’minin.” Umar berkata, “Ambillah cambuk ini dan pukullah putra orang-orang mulia itu.” Orang itu pun memukulnya hingga melukainya. Ia terus memukul. Umar berkata, “Pukullah putra orang-orang mulia itu.”

Kemudian Umar berkata lagi, “Pukulkanlah di kepala Amru, karena demi Allah ia tidak memukulmu kecuali dengan kelebihan kekuasaannya.” Orang itu berkata, “Wahai Amirul Mu’minin, keinginanku telah terpenuhi dan aku telah merasa puas karena orang yang memukulku telah ku pukul.” Umar berkata, “Demi Allah, seandainya engkau memukulnya, kami tidak menghalangimu untuk melakukannya sampai engkau sendiri yang meninggalkannya.”

Umar lantas menoleh kepada Amru ibnul Ash dan berkata, “Hai Amru, kapan kalian memperbudak orang-orang sedangkan mereka telah dilahirkan oleh ibu-ibu mereka dalam keadaan merdeka?” Umar menoleh kepada orang Mesir itu dan berkata kepadanya, “Pergilah dengan baik dan jika engkau mengalami gangguan lagi, tulislah surat kepadaku.” (Sumber: Khulafaur Rasul; Khalid Muhammad Khalid)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikan komentar di sini