Al-Moushuli berkata : "Aku melihat seorang anak kecil yang belum sampai umur baligh di padang pasir, ia berjalan sendirian tanpa ada yang menemani sedangkan ia selalu menggerakkan kedua bibirnya. Kemudian aku mengucapkan salam kepadanya dan dia pun menjawab salamku. Aku bertanya kepadanya : 'Kamu mau kemana?'Dia menjawab: 'Kepada Tuhan Yang Maha Besar dan Maha Agung'
Moushuli : 'Mengapa kamu menggerak-gerakkan kedua bibirmu?'
Anak kecil : 'Karena aku sedang membaca kalam Allah'
Moushuli : 'Bukankah kamu belum dibebankan untuk beribadah (mukallaf)?'
Anak kecil : 'Aku telah melihat bahwa maut juga merenggut orang yang umurnya lebih kecil dariku'
Moushuli : 'Langkahmu pendek sedangkan perjalananmu sangat jauh'
Anak kecil : 'Aku hanya disuruh melangkah sedangkan sampai tidaknya aku ke tujuan adalah urusan-Nya'
Moushuli : 'Manakah perbekalan dan kendaraanmu?'
Anak kecil : 'Perbekalanku adalah keyakinanku sedangkan kendaraanku adalah dua kakiku'
Moushuli : 'Yang aku tanyakan adalah tentang makanan dan minumanmu'
Anak kecil : 'Wahai paman, apabila ada seorang makhluk yang mengundangmu untuk datang ke rumahnya, apakah pantas kamu membawa perbekalan ke rumahnya?'
Moushuli : 'Tidak!'
Anak kecil : 'Sesungguhnya Tuanku telah mengundangku untuk datang ke rumah-Nya (Baitullah) dan Dia mengumumkan kepada semua manusia untuk mengunjungi-Nya, maka kelemahan keyakinan mereka menjadikan mereka membawa perbekalan untuk memenuhi undangan Tuhan mereka, sedangkan aku mengingkari adab yang seperti itu, maka aku ingin menjaga kesopananku dengan-Nya. Apakah engkau melihat bahwa Dia menyia-nyiakanku?'
Moushuli: 'Tidak!'
Kemudian ia hilang dari pandanganku."
( Miata Qisshah wa Qisshah min Qishasis Shalihin wa Nawaidz Zahidin : Majdi Muhammad Al-Syahrawi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berikan komentar di sini